Jumat, 18 Januari 2013

Bergulir Bersama Waktu

Sungguh waktu itu lembut namun penuh warna, tiada terasa tetapi penuh makna, indah, bahagia, sedih, dan buruk. Berjalan bersama kita dalam sebuah lingkaran waktu yang akhirnya sampai pada titik temu.
Di waduk Panji Sukarame aku sangat merasa bahwa aku bergulir bersama waktu. Menjejak tapak-tapak silam menembus kabut pagi yang hangat, dan kesibukan para pekerja mengias lorong-lorong. Agar resik, asri, indah dan mempesona setiap pengunjungnya, untuk kembali dan terus kembali. Hingga mereka sendiri kehilangan waktu, bersama hari-hari yang dihabiskannya di tempat itu.
Demikian pula dengan bergulirnya waktu di waduk panji sukarame, ibarat remaja mencari identitas. Warna warninya indah, tetapi tidak memberikan banyak perubahan. Karena seperti remaja yang asik dengan dunianya waduk hanya merubah diri sedikit dan tiada perubahan berarti, kecuali kamu harus membayar remaja itu jika ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Bagai remaja yang masih belajar tata karma, sopan, dan santun, harap maklum bila terkadang remaja itu menegur kamu melalui penjaganya, dengan kata-kata gurauan yang terkesan melukai hati. Namun yakinlah bahwa niatnya baik dan maksudnya pula baik
Bagai remaja yang masih belajar tata krama, sopan, dan santun, harap maklum bila terkadang remaja itu menegur kamu melalui penjaganya, dengan kata-kata gurauan yang terkesan melukai hati. Namun yakinlah bahwa niatnya baik dan maksudnya pula baik

Tidak ada komentar: