kaki langit kalimantan

Sebuah Destinasi, Sebuah Eforia

Sabtu, 30 Maret 2013

Salah Satu Perusahaan yang ada di Bontang Indah di Lihat saat Sore hari


Diposting oleh Unknown di 01.36 Tidak ada komentar:

Lahan Gunung Yang Ada di Tenggarong Seberang


Diposting oleh Unknown di 01.31 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)
SAVE KALIMANTAN

Prasasti Hilang Muara Kaman

Prasasti Hilang Muara Kaman
Prasasti berbentuk seperti ini banyak terdapat di muara kaman, dan terkadang dijadikan tungku api atau dipecah-pecah begitu saja, lantaran kurang mengertinya warga tentang sisi historis sebuah budaya

Total Tayangan Halaman

Add to Technorati Favorites Add to Technorati Favorites

pengunjung

jual buku


Masukkan Code ini K1-4EF93Y-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Halaman

  • Beranda

Mulawarman dan Lingkungan

Di jaman Kerajaan Martadipura, rupanya telah dimulai upaya perlindungan terhadap ikan dari kepunahan akibat penangkapan yang tidak terkendali. Dari cerita rakyat secara turun temurun, di sebuah kdanau kecil bernama Loa Kang, yang terletak di Desa Pela Kec. Kota Bangun ada sebuah larangan sejak zaman Mulawarman, untuk menangkap ikan ditempat ketika musim kemarau.

Ikan di Danau Loa Kang hanya boleh ditangkap ketika musim banjir saja, sedangkan ketika pasca banjir di mana biasanya warga melakukan "pendanauan" atau "mendanau" yaitu kegiatan menangkap ikan secara langsung ketika musim kering, sangat ditabukan. Apabila dilanggar maka yang melakukan pelanggaran dapat jatuh sakit, bahkan meninggal. Obatnya hanya dapat dilakukan dengan cara betawar (mantra) atau belian yaitu pengobatan dengan cara memanggil pawang untuk memerangi roh jahat yang telah membuat "pehunan" (kesambet/tekena tulah).

Dibalik pantangan mistis itu sebenarnya terkandung upaya perlindungan terhadap kelestarian ikan, pasalnya bila telah memasuki musim kemarau, danau-danau di Ulu Mahakam akan mulai mengering. Pada saat itu warga akan mulai panen massal ikan yang terjebak pada lobang air dangkal di dasar danau, dalam pencarian ini mereka tidak akan pandang bulu, mulai yang besar hingga kecil disikat juga. Sehingga perlu adanya upaya perlindungan alam dan itu telah dilakukan Kerajaan Martadipura sejak diperintah Maharaja Mulawarman Naladewa.

Tentang Kutai

Tahukah Anda anda, nilai sebuah istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, hanya sebesar Rp64 Juta Rupiah saja. Istana yang lumayan megah tersebut dibangun pada tahun 1935, pada masa Pemerintahan Sultan Kutai terakhir, Aji Muhammad Parikesit yang turun tahta pada tahun 1960.

Lantaran tidak mampu membiayai perawatan Istananya dan karena desakan Pemerintah pada masa itu, maka pada tahun 1971 Aji Muhammad Parikesit akhirnya terpaksa menyerahkan istana tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Oleh Pemerintah ketika itu maka dibentuk Panitia serah terima yang diketuai HM Rifadin.

Serah terima disaksikan dan diterima langsung gubernur Kaltim ketika itu, Brigadir Jendral TNI AD A. Wahab Syahrani. Setelah itu Istana Kesultanan Kutai Kartanegara kemudian disulap menjadi sebuah museum dengan nama museum Mulawarman.

Blog Archive

  • ▼  2013 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (9)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  April (1)
    • ▼  Maret (2)
      • Salah Satu Perusahaan yang ada di Bontang Indah di...
      • Lahan Gunung Yang Ada di Tenggarong Seberang
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2012 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2010 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2009 (44)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)

Ayo Kunjungi Kaltim

Kaltim memiliki banyak sungai yang berarus deras dengan jeram sangat menantang. Apabila tidak berhati-hati melaluinya perahu dapat terbalik dan kita bisa tewas akibat derasnya arus. Saking terkenalnya arus jeram di Kaltim, sekitar 13 tahun lalu sempat dijadikan judul sebuah Film Layar Lebar yang dibantingi aktor aktris papan atas nasional ketika itu, seperti Ida Iasha. Cok Simbara dan Johan Saimima.

Judulnya adalah Jeram-Jeram Cinta yang menceritakan kisah percintaan antara pemuda luar Kalimantan dan Gadis Dayak, yang akhirnya terjadi kekacauan akibat nafsu serkah seorang petualang harta (ok Simbara) yang ingin menguasai harta karun dari kuburan Suku Dayak. Saya lupa nama sutradaranya, namun yang pasti film itu cukup klasik dan kolosal dengan menampilkan adegan perkalian tangan kosong, tembak menembak, kejar-kejaran dengan mobil dan pertarungan di penumpukan kayu dan pengkhianatan.

Berikut nama beberapa Jeram yang Terkenal :

1. Jeram Halog dan Napu Hulu letak diantara Kecamatan Long Bagun dan Long Pahangai, panjangnya sekitar 50 Km
2. Jeram Sungai Kayan Letak Kecamatan Kahayan Panjang 100 Km
3. Jeram Sungai Bahau Letak antara Long Baluwe dan Apan Ping Dengan Jarak 150Km

Disamping itu Juga Ada juga Air Terjun yang sudah kondang di kalangan wisatawan Lokal (Wiskal), yaitu Air Terjun Jantur Gemuruh Di Desa Mapau Kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat. Keistimewaan air terjun ini bukan hanya karena air terjunnya yang cukup tinggi dan indah tetapi juga karena adanya peninggalan semacam bangunan candi dari batu, yang diberi nama dengan Batu Begulur. Diperkirakan ini adalah peninggalan dari Kerajaan Martadipura.

Pengikut

suatu pagi di kalimantan

suatu pagi di kalimantan
guntung belacan/gunung wang Kutai Kartanegara
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.